Foto; Perjudian tembak ikan di kecamatan medan tuntungan.
Medan, Buserinvestigasi - Praktek perjudian tembak ikan hingga kini masih eksis beroperasi di wilayah hukum polsek tuntungan. Senin (20/7/2026).
Padahal saat ini polrestabes medan sedang gencar - gencar nya melaksanakan operasi penyakit masyarakat (PEKAT). Namun, untuk penyakit masyarakat jenis tembak ikan dibiarkan beroperasi 24 jam non stap di kecamatan medan tuntungan kota medan.
Adapun lokasi perjudian tembak ikan tersebut yakni di jalan pales simalingkar warung gurki, di jalan lona di rumah frans dan di pajak melati warung rabun.
Maraknya perjudian tembak ikan di lokasi - lokasi kawasan padat penduduk membuat warga resah. Bahkan, ada yang menuding adanya aliran uang atau pelindung dari pihak terkait sehingga lokasi judi tersebut kebal hukum.
Narasumber mengatakan lokasi - lokasi judi tersebut beroperasi secara terang - terangan 24 jam non stop.
Ia juga menjelaskan semenjak adanya perjudian tembak ikan di wilayah nya, banyak rumah tangga cekcok karena ekonomi. Selain permasalahan ekonomi, akibat maraknya perjudian angka kriminalitas pun tinggi di kecamatan tuntungan.
"Kriminalitas seperti pencurian marak disini karena judi bebas beroperasi, kayak gak ada polisi disini."ucap nya.
Warga berharap kapolrestabes medan, Kombes Pol Calvijn Simanjuntak dan Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto segera menurunkan tim khusus untuk menindak lokasi tersebut.
Mengetahui keresahan warga itu, awak media konfirmasi Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Calvijn Simanjuntak namun belum berkomentar.
Terpisah, Kapolsek tuntungan Iptu Aidil Ginting berjanji akan menindak lanjuti laporan warga.
"Terimakasih infonya, akan segera kami tindak lanjuti."terang kapolsek.
Hingga berita ini diterbitkan, tak satu pun Polisi Republik Indonesia (POLRI) untuk turun melakukan penyelidikkan serta langkah yang di lakukan untuk menutup lokasi perjudian tembak ikan tersebut.
(Nirwan)
Posting Komentar untuk "Perjudian Tembak Ikan Masih Eksis Beroperasi di Wilkum Polsek Tuntungan, Warga Minta Tindakan Tegas"